Category: pendidikan


 

 

Wahai anakku, sejak kamu diamanhakan Allah kepada kami, kamu sudah kami fahami sebagai anak manusia. Kami faham bahwa yang kamu bawa dari sejak lahir adalah fitrah yangmenurut pemahaman kami adalah potensi sumberdaya manusia. Paling tidak sebagai salon manusia, ketika bayi kamu sudah membawa lima SDM, yaitu daya nabatiyah (RQ), daya hayawaniyah (LQ), daya basyariyah (IQ), daya nafsiyah (EQ), dan ruhaniyah (SQ). Dengan daya-daya yang kamu miliki itulah kami memahami hidupmu bukan sekedar hidup secara biologis, yaitu proses dari lahir sampai mati kemudian selesai. Bagi kamu, sebagai manusia masih adalagi kehidupan yang lebih bernilai dan abadi yaitu hidup di alam kubur dan alam akhirat.

 

Jika pandangan hidup kamu sudah benar dan sempurna seperti di atas maka kamu harus menggunakan hidup yang hanya sekali ini untuk meraih kesuksesan masa depan. Allah SWT mengingatkan kita “ wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk masa depanmu dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjaka.” (QS:59:18).

 

 

Kami memahami masa depan manusia ada dua masa depan yaitu masa depan dunia dan masa depan akhirat, masa depan sebelum mati dan masa depan sesudah mati, masa depan prakematian dan masa depan pasca kematian. Kenapa ini perlu kami sampaikan kepada kamu, karena kelalaian dan kebodohannya, banyak manusia jika di ajak berbicara tentang masa depan yang terbayang dibenaknya hanyalah masa depan sebelum mati, sedang masa depan sesudah mati tidak terpikir sama sekali. Oleh karena itu kami tidak menginginkan kamu masih sebodoh dan sepicik mereka.

 

Dalam pemahaman dan penghayatan kita, masa depan sebelum mati itu nilainya tidak sama dengan masa depan sesudah mati. Masa depan sesudah mati itu lebih baik, lebih abadi dan lebih pasti dari pada masa depan sebelum mati. Paling tidak, masa depan sesudah mati dan masa depan sebelum mati itu memiliki sifat ang berbeda dan membutuhkan sikap yang bebada pula. Masa depan sebelummati itu sifatnya mungkin dan masa depan sesudah mati itu bersifat pasti. Artinya, apapun yang belum terjadi di dunia ini dari sekarang sampai mati adalah sekedar kemungkinan. Kamu rajin belajar belum tentu mendapa nilai baik, anak sekolah belum tentu lulus, ingat teman kamu yang dibunuh padahal baru awal-awal masuk sekolah. Mahasiswa menjadi sarjana hanyalah kemungikanan, karena bisa jadi saat akan di wisuda mati kecelakaan. Pemuda yang pacaran belum tentu menikah denagn pacarnya bahkan yang menikah dengan pacarnya pun tidak ada jaminan akan tetap mesra dan setia setelah berumah tangga.

 

Sedangkan kematian adalah pasti, hidup lagi sesudah mati adalah pasti, tentang adanya surga dan neraka tidak bisa diingkari, di surga bahagia dan di neraka menderita akan terbukti. Siapa di dunia mempunyai harta dan tahta belum tentu hidupnya bahagia, tetapi siapa yang tidak memiliki pahala dan banyak dosa jangan berharap dan mimpi akan bahagia di surga. Bahkan kita harus nyakin bahwa kematian akan terjadi tetapi kita tidak tahu pasti kapan terjadinya. Tidak seorangpun kapan, di mana dan sedang apa di saat mati. Untuk mati tidak ada jaminan besok kalau sudah tua, jika Allah menghendaki, ketika masih balita pun harus siap jika waktunya sudah sampai.

 

Oleh karena itu, buktikanlah kecerdasanmu memahami sifat masa dan dengan kejeniusan menentukan sikap terhadap masa depan. Itulah sikap yang telah di tentuka Allah sebagaimana yang tercantum dalam Al Qur’an “dan carilah pada apa yang dianugrahkan kepadamu kebahagian negeri akherat , dan janganlah kamu melupakan bagian dari nikmatnya dunia.” (QS:28:77)

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk menguji kecerdasan rohani dalam menyikapi masa depan dunia dan akherat. Logika sederhananya adalah “kerjakan yang pasti tapi jangan abaikan yang mungkin”. Carilah akherat jangan melipakan dunia. Seriuslah jika itu berkaiatan dengan urusan sesudah mati, tapi jangan dilalaikan atau diremehkan meskipun itu hanya persoalan sebelum mati yang belum pasti. Ada ilustrasi sederhana yang bisa kita jadikan pegangan. “dunia ini ibaratnya seperti rumput sedangkan akherat itu seperti padi”. Rumusnya siapa yang menanam padi pasti akan menjumpai rumput tetapi siapa yang hanya menanam rumput, jangankan bisa panen padi, rumputpun belum tentu tumbuh sebagaimana yang diharapkan. Siapa yang, sibuk mencari akherat dengan benar, Allah akan memberikan hak-hak dunianya, sementara yang jungkir balik mencari dunia, jangankan akan masuk surga, di dunia kadang-kadang tidak sempat bahagia, bahkan banyak yang menderita dan hina.

 

Anakku, untuk meraih sukses masa depan sebelum dan sesudah mati bukanlah persoalan yang mudah, bukan perjalanan yang mudah dan lurus. Perjalanan meraih masa depan adalah perjalanan mendaki dan sulit, yang harus di lewati setingkat demi setingkat dalam kehidupan. Hidup ini adalah sebuah perjalanan dan perjuangan yang dihadapannya selalu ada peluang dan tantangan, kemudahan dan kesulitan, dukungan dan gangguan, peringatan dan godaan.

 

Alhamdulilah kamu telahdianugrahi peluang, dukungan, dan kemudahan yang banyak. Kamu hidup di sebuah zaman yang dengan teknologi canggihnya membuat kehidupan lebih baik enak dan mudah dari pada zaman bapak dan ibumu saat seusiamu. Ekonomi keluargamu lebih dari pada ekonomi keluarga kakekmu. Bahkan yang paling menguntungkan kamu dalam meraih masa depan dunia akherat dalam kualitas keluargamu. Insya Allah kamu dibesarkan dalam keluarga yang sakinah, mawadah, rahman, dan barakah, sebuah keluarga yang langka dan sulit ditemukan di zaman modern ini. Bersyukur kamu wahai anakku, agar Allah SWT berkenan menambah nikmat-nikmat yang sudah ada dengan tambahan yang banyak baik secara kentitatif maupun kualitatif. 

 

Namun ketahuilah buah hatiku, bahwa di balik harapan selalu ada ancaman, meskipun secara internal pribadi dan keluargamu, kamu memiliki peluang, dukungan dan harapan untuk meraih masa depan, tetapi secara eksternal, di sekolah, di pergaulan, di media dan di politik nampaknya kamu lebih banyak mendapatkan rintangan, tantangan, ancaman minimal gangguan dan godaan. Setidak-tidaknya ada tiga ancaman atau persoalan yang sedang menghadang perjalananmu. Tidak seorangpun yang bisa menghindari dari tiga persoalan hidup tersebut yaitu: tantangan moralitas, tantangan kretifitas dan tantangan kriminalitas.

 

Kami yakin kamu pasti akan berinteraksi dengan hal-hal yang melanggar moralitas, pergaulan bebas, pornografi dan narkoba. Jika kmau terhindar dari tiga hal tersebut, apakah kamu bisa menghindar dari lingkungan tersebut? Kamupun harus sadar bahwa kemajuan peradaban modern yang matearilitas ini tidak akan membiarkan orang aman dari persaingan, perebutan dan penemuan baru. Siapakah yang tidak kretif akan tersisih. Siapa yang ingin eksis hidupnya harus mampu mengembangkan kreatif. Kamu harus berhati-hati terhadap ancaman kriminalitas atau kejahatan, mulai dari penipuan, perampokan, dan pemerkosaan bahkan pembunuhan, perkelahian dan terorisme pun sulit di hindari oleh siapapun.

 

Tantangan rintangan dan persoalan didatangkan Allah bukan untuk dihindari atau ditolak, melainkan untuk dihadapi, diatasi dan ditaklukkan. Hidup ini adalah proses “membenturkan idealisme dalam relitas” menguji harapan dalam keberhasilan atau paling tidak membuktikan bahwa angan-angan itu tidak sama dengan kenyataan. Ada sebuah ungkapan yang kami ingat, bahkan pernah kami tempelkan di dinding rumah agar kamu dan adik-adik akmu sempat membaca yaitu: “JANGAN KAU RINTANGI MASA DEPAN ANAK-ANAKMU DENGAN MEMBIASAKAN HIDUP MUDAH”. Kata-kata hikmah itu mengajarkan kepada kita, bahwa jika anak-anak dimanja, tidak dilatih sejak dini mengatasi persoalannya sendiri, maka masa depan mereka akan gagal dan sulit bahkan sampai dewasa pun masih mengandalakan fasilitas dari orangtua.

Oleh karena itu pahamilah anakku, kenapa kamu dididik tidak seperti anak-anak yang lain, kenapa kamu harus dilatih untuk mandiri dengan cara ikut membantu pekerjaan-pekerjaan di rumah, kenapa tidak semua yang kamu minta kami penuhi padahal kami mampu memenuhinya? Itu semua kami lakukan justru karena kami ingin membuktikan cinta kami dengan cara yang benar, sadar dan cerdas. Kami paham setiap anak pasti di hadapkan pada dua hal, yaitu KEBUTUHAN DAN KESENANGAN. Tidak semua yang dibutuhkan itu sekaligus disenangi, dan sebaliknya tidak semua yang disenangi itu dibutuhkan. Banyak kebutuhan yang tidak kita senang dan banyak kesenangan yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Setiap kebutuhan pasti menguntungkan tetapi kebanyakan kesenangan itu merugikan.

 

Orang-orang yang sukses, selamat dan bahagia adalah orang-orangyang sejak dini berlatih memenej kebutuhan dan kesenangan. Yang namanya kebutuhan harus dipaksakan dan namanya kesenangan itu harus dibatasi. Oleh karena itu demi amsadepanmu, kami harus tega memaksa kamu melakukan hal-hal yang memang kamu butuhkan dan harus membatasi bahkan melarang kamu mengikuti kesenangan dan keinginan yang akan menghancurkan masa depanmu. Ingatlah pada ungkapan klasik “Berakit-rakit kita ke hulu berenang-renang ke tepiaan”. Bahkan menurut Al Qur’an lebih tegas “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah:5-6)

Dalam hal pendidikan anak-anak, kmai memiliki analogi dengan model dua buah kandang ayam, yaitu ayam kampung dan ayam broiler atau ayam pedaging. Ayam kampung membesarkan anak dengan relitas dan ayam broiler dibesarkan dengan fasilitas. Anak ayam kampung langsung diajak induknya menghadapi kenyataan, mengenal tantangan, menjelajahi medan dan menaklukkan semua yang menjadi penghalang. Oleh karena itu jangan heran, meskipun harus menghadapi seleksi alam anak-anak ayam kampung sudah sejak awal mampu menunjukan kemandirian, keberanian dan kesiapan bertahan dan bahkan menang dalam pertarungan.

 

Tetapi ayam-ayam broiler sejal kecil harus dipisah dari induknya, dikungkung dalam ruang kandang sempit dan pengap yang mengkerdilkan wawasan. Semua yang di butuhkan dan disenangi disiapkan yang tinggal dimakan. Mereka hidup dari fasilitas, diimunisasi disterilkan dari tantangan. Memang hasilnya mereka nampak bersih, kelihatan sehat, gemuk, tenang dan menarik. Tetapi ayam broiler dibesarkan bukan untuk dilepas di alam bebas, mereka harus cepat disembelih dan dikonsumsi manusia di saat masih muda. Jika dilepas di alam bebas, jelas akan stres, bingung, canggung bahkan tidak mampu dalam mencari tempat untuk bergantung. 

 

Enak mana ya jadi ayam broiler dengan menjadi ayam kampung? Memangnya hidup itu untuk enak-enak?

Iklan

sex di tepi jalan

Macam – macam perangai budak-budak sekolah sekarang. Ada budak sekolah bertudung yang berani melakukan seks di tempat terbuka. Diorang ni nak jadi pornstar ke ape? Keruntuhan moral budak-budak sekolah sekarang dilihat semakin ketara, nampaknya sistem pendidikan di Malaysia tidak berkesan untuk mendidik akhlak sesetengah pelajar di Malaysia ini sehingga ada yang bertindak melampaui batas.

Di bawah ini gambar-gambar bukti yang menunjukkan terdapat budak sekolah yang cukup berani melakukan seks walaupun di tempat awam. Gambar ini sebenarnya hasil dari screenshot video yang diperolehi di youtube.com, namun begitu saya rasakan tidak perlulah link video tersebut didedahkan kepada umum memandangkan ia hanyalah memalukan bangsa melayu sendiri.

Di dalam video tersebut kelihatan seorang individu yang tidak dikenali merakamkan adengan seks sepasang remaja sekolah dari dalam sebuah rumah. Intipan itu dilakukan melalui sebuah tingkap. Melihat keadaan persekitaran, pasangan ini nampaknya benar-benar melakukan aktiviti seks di tempat terbuka.

 

sumber: http://hotmalays.blogspot.com/2010/10/budak-sekolah-berani-seks-di-tempat.html

pramunikmat putih abu-abu

pramunikmat putih abu-abu


Jam menunjukkan angka 20.35 WIB.
Senin (8/11), malam, pria kurus berjaket hitam duduk tenang di salah satu kursi, di sebuah kafe di Solo. Kursi itu sudah dipesan sebelumnya, untuk meladeni wawancara Joglosemar soal fenomena yang menghebohkan di Kota Solo beberapa pekan ini, yakni perilaku seks bebas yang dijalani siswi-siswi SMA.
Fenomena ini cukup memprihatinkan, karena alasan anak berseragam putih abu-abu menjalani free sex, bukan lagi berorientasi pada ekonomi. Namun gejala miring ini justru menjadi gaya hidup masa kini.
Umurnya sudah 52 tahun. Namanya diminta dirahasiakan, ia hanya mau ditulis dengan inisial KM. Domisilinya sebenarnya di Kota Jogja, namun sebagian besar waktunya ia habiskan di Kota Solo, dengan usaha properti yang terkenal di Kota Bengawan ini. Meski sudah tua, namanya cukup populer sebagai ”penikmat” seks anak baru gede (ABG) berseragam putih abu-abu di Kota Solo. ”Kami menyebut mereka (siswi SMA,-red) dengan sebutan Pinky,” katanya sembari membenarkan kacamatanya.
Praktik prostitusi yang dijalani siswi SMA di Solo, katanya tidak jelas kapan awal mulanya. ”Tidak terputus, setiap generasi ada Pinky-nya. Tidak banyak dan hanya beberapa SMA saja. Itu bukan rahasia lagi,” ujarnya.
Menggunakan jasa ”pramunikmat” putih abu-abu bagi KM bukan tanpa alasan. Citra sebagai pengusaha terkenal menjadi pertimbangannya. ”Saya anti ke penampungan. Selain khawatir kena razia, jaminan kesehatannya pun meragukan,” ucapnya.
Alasan lain, bapak tiga anak ini lebih memilih berburu para penjaja cinta dari kalangan oknum pelajar SMA yang sebaya dengan anaknya, karena permintaan para pelajar itu tidak neko-neko. ”Kalau yang di penampungan itu sudah profesional. Banyak mintanya tapi sedikit memberinya. Beda dengan Pinky, mereka lebih nurut dan fresh. Kalau saya lebih suka yang di Solo,” akunya.
Untuk ”memakai” oknum berseragam putih abu-abu ini, berbeda dengan prostitusi profesional yang mengandalkan jasa germo atau mucikari.”Kami biasa dibantu seorang informan. Mereka (informan,-red) ini bukan germo, karena tidak memanfaatkan langsung keringat para Pinky. Lebih tepatnya hanya orang yang memberikan info saja,” terangnya. ”Informan ini, bukan profesional di bidang prostitusi, mereka ini juga dari kalangan pelajar.”
Untuk mendapatkan Pinky, KM cukup nongkrong di kafe, mal, dan swalayan. Cukup dengan bahasa tubuh tertentu, sang informan biasa langsung mendekatinya. Sedikit ngobrol, minum utak-atik nomor ponsel, dan beberapa saat sang Pinky menyusul. ”Lebih nyaman gini, nggak khawatir petak umpet sama aparat keamanan. Setiap tongkrongan gaul, ada Pinky-nya. Asal sekolah sih tidak penting,” jelasnya, yang enggan membeberkan asal sekolah para Pinky itu.
Kalangan Elite
Saking lamanya menyelami dunia para Pinky ini, KM tahu betul tipe-tipe Pinky. Katanya, tipe Pinky di Kota Solo ada dua macam. Pinky pop untuk short time atau melayani singkat dan Pinky klasik untuk long time (pelayanan yang lama). ”Pinky klasik cenderung lebih mahal daripada Pinky pop. Karena dibutuhkan kesabaran, dan biaya ekstra untuk bisa mendapatkannya,” katanya.
”Kalau Pinky pop tarif sekitar Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per jamnya. Tergantung kualitasnya juga. Kalau Pinky klasik tak terbatas, umumnya dipakai untuk semi simpanan, tapi tanpa ikatan pernikahan.”
Gaya hidup para Pinky klasik memang elite. Tak jarang para ”pemakainya” rela membelikan mobil, dan sewa rumah untuk memuaskan mereka. ”Yang paling sederhana, yang ngetren saat ini, dikasih BlackBerry,” kata KM.
KM mengaku lebih sering ”memakai” jasa Pinky pop yang risikonya lebih kecil. Dari pengakuannya pula, para pengusaha di Solo dan Jogja yang jadi relasinya banyak yang menggunakan jasa Pinky klasik. ”Bedanya lebih ke orientasinya. Pinky pop orientasinya ke uang. Sedangkan Pinky klasik orientasinya sudah mengarah ke gaya hidup. Mereka rata-rata justru dari kalangan orang mampu, motivasinya cenderung ke gengsi dan kurang perhatian dari keluarganya.”
Selain para pengusaha, ”penikmat” Pinky klasik ini juga dari kalangan pejabat dari berbagai kota. Bisa kenal dan dekat dengan pengusaha serta pejabat terkenal inilah yang menjadi kebangaan bagi para Pinky klasik untuk rela menjadi wanita simpanan. ”Jika Anda lihat di situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter dan yang lain, kadang ada foto mesra pelajar SMA dengan oknum pejabat dan pengusaha. Itu memang fakta, jadi ajang gengsi,” bebernya.
Cara pendekatan terhadap Pinky, menurut KM gampang-gampang susah. Berbekal informasi dari informan, KM dan para ”pemakai” Pinky berpura-pura menjadi tempat curhat yang nyaman, saat para Pinky dirundung masalah tertentu. ”Yang paling sering masalah keluarga. Ya, kita pura-pura sok kebapakan sajalah. Kita puji mereka, kita sanjung, kita kasih motivasi. Pintar-pintar saja cari celah,” tandasnya.
Lewat KM inilah, Joglosemar mengorek lebih lanjut fenomena prostitusi putih abu-abu yang sudah menjadi gaya hidup. Dialah yang mengenalkan seorang informan yang pernah menjadi jasa mengenalkan para Pinky di Solo.
Secarik kertas berisi alamat dan nomor ponsel berinisial RK. Informan ini dihubungi untuk wawanacara. Awalnya menolak, dengan alasan privasi. Namun, setelah dijelaskan dampak dari fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat luas, ia pun menyanggupi untuk wawancara.
Selasa (9/11) RK ditemui di rumahnya, di salah satu perumahan di Solo. Berkaus putih, berperawakan bersih dan tinggi, RK membukakan pintu rumahnya. Dia baru dua tahun lalu lulus SMA di Solo. Saat ini, ia kuliah di salah satu perguruan tinggi di Solo. Ia pun blakblakan mengungkapkan jaringan prostitusi siswi berseragam putih abu-abu memang tertutup dan rapi. ”Dari luar, tahunya wanita baik-baik. Bahkan tak jarang berstatus terhormat, karena berasal dari keluarga mapan dan terpelajar,” ujarnya.
Langganan Pejabat
Meski baru saja berhenti menjadi jasa pemberi informasi para Pinky pada pengusaha dan pejabat, RK mengaku tidak susah untuk mencarikan para Pinky. Dengan modal kepercayaan, tak jarang Pinky sukarela menyerahkan diri tanpa paksaan. ”Awalnya curhat saja, lalu berlanjut makan di luar. Ketika makan itulah, biasanya kita kenalkan dengan om om yang butuh. Kalau untuk Pinky pop bisa langsung dipakai, tapi untuk Pinky klasik, ya butuh pendekatan lanjut,” terang mahasiswa berambut ikal ini.
Menurutnya, para Pinky yang dekat dengannya, tidak satu almamater dengannya. Selain lebih leluasa, rahasia juga lebih terjaga. Ia menolak disebut germo, karena tidak memaksa para Pinky untuk setor penghasilan sebagai imbal jasa informasinya. ”Biasanya ya ngasih gitu aja, nggak ada patokan tertentu,” akunya.
Para ”pemakai” Pinky pop, kata RK, biasanya memuaskan hasratnya di hotel. ”Kalau Pinky klasik kan sudah disewakan rumah, bahkan dibelikan, jadi ya mainnya di rumah itu,” terangnya.
”Biasanya ketika sudah cocok, om om ini susah lepasnya. Tapi sebenarnya mereka itu juga takut jika ketahuan keluarga atau rekan kerjanya. Khawatir rahasianya terbongkar, mereka lalu memberi imbalan ke saya. Istilahnya uang tutup mulut. Prinsipnya mutualisme saja sih,” katanya.
Sosiolog UNS, RB. Sumanto berpendapat, akar permasalahan prostisusi para oknum pelajar SMA yang sudah mengarah menjadi gaya hidup adalah dari lembaga sosial primer yakni keluarga. Gejala ini, rentan terjadi pada keluarga yang bersifat otoriter dan overegaliter. ”Terlalu mengekang, mendominasi atau terlalu membebaskan dalam mendidik anak tanpa dilandasi penjelasan rasional dan keteladanan,” kata Sumanto.
Menurutnya, pemberontakan anak terhadap norma sosial dalam menghadapi arus globalisasi lebih disebabkan ketidaksiapan orangtua. ”Ada semacam kesalahan penafsiran modernisasi, ditambah pengabaian ajaran agama. Dampaknya penyimpangan seperti itu,” ujarnya.
”Ini biasa terjadi pada pasangan orangtua yang sama-sama sibuk bekerja, sehingga pola komunikasi keluarga menjadi macet dan tidak harmonis. Di situlah anak akan mencari kompensasi di luar, sehingga rentan terjerat tipu daya para oknum yang tidak bertanggung jawab.”
Ia menolak, jika kesalahan dilimpahkan pada pelajar yang menyandang sebutan Pinky itu.”Jangan sampai anak kehilangan sosok panutan. Curahkan kasih sayang maksimal dengan sikap bijak dan keteladanan nyata, tapi jangan manjakan mereka,” sarannya. (***)

model pembelajaran

Dalam kenyataan sehari – hari sering kita jumpai sejumlah guru yang menggunakan metode tertentu yang kurang atau tidak cocok dengan isi dan tujuan pengajaran. Akibatnya, hasilnya tidak memadai, bahkan mungkin merugikan semua pihak terutama pihak siswa dan keluarganya, walaupun kebanyakan mereka tidak menyadari hal itu.
Agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar dan dapat mencapai tujuan pembelajaran, guru sebaiknya menentukan pendekatan dan metode yang akan digunakan sebelum melakukan proses belajar mengajar. Pemilihan suatu pendekatan dan metode tentu harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan sifat materi yang akan menjadi objek pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan banyak metode akan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran yang lebih bermakna.

model pembelajaran

model pembelajaran


A. Pengertian Metode dan Pendekatan
Metode dibedakan dari pendekatan. Pendekatan lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya. Satu pendekatan yang direncanakan untuk satu pembelajaran mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode. Sebagai contoh dalam pembelajaran pencemaran lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dapat dipilih dari beberapa pendekatan yang sesuai, antara lain pendekatan lingkungan. Ketika proses pembelajaran pencemaran lingkungan dilaksanakan dengan pendekatan lingkungan tersebut dapat digunakan beberapa metode, misalnya metode observasi, metode didkusi dan metode ceramah. Supaya lebih jelas ikuti perencanaan yang dilakukan oleh seorang guru ketika akan memberi pembelajaran pencemaran lingkungan tersebut. Pada awalnya ia memilih pendekatan lingkungan, berarti ia akan menggunakan lingkungan sebagai fokus pembelajaran. Pada akhir pembelajaran melalui konsep pencemaran lingkungan siswa akan memahami tentang lingkungan sekitarnya apakah sudah tercemar atau tidak. Untuk merealisasikan hal tersebut ia menggunakan metode diskusi dan ceramah. Dalam pembelajarannya ia membuat suatu masalah untuk didiskusikan oleh siswa kemudian ia akan mengakhiri pembelajaran tadi dengan memberi informasi yang berkaitan dengan hasil diskusi. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa metode dan pendekatan dirancang untuk mencapai keberhasilan suatu tujuan pembelajaran.

pendekatan dengan KBM

pendekatan dengan KBM


B. Beberapa Pendekatan Pada KBM
Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran biologi antara lain sebagai berikut :

1. Pendekatan tujuan pembelajaran
Pendekatan ini berorientasi pada tujuan akhir yang akan dicapai. Sebenarnya pendekatan ini tercakup juga ketika seorang guru merencanakan pendekatan lainnya, karena suatu pendekatan itu dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semua pendekatan dirancang untuk keberhasilan suatu tujuan.
Sebagai contoh : Apabila dalam tujuan pembelajaran tertera bahwa siswa dapat mengelompokan makhluk hidup, maka guru harus merancang pembelajaran, yang pada akhir pembelajaran tersebut siswa sudah dapat mengelompokan makhluk hidup. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dapat berupa metode tugas atau karyawisata.

2. Pendekatan konsep
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep.

3. Pendekatan lingkungan
Penggunaan pendekatan lingkungan berarti mengaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar. Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami materi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari – hari sering digunakan pendekatan lingkungan.

4. Pendekatan inkuiri
Penggunaan pendekatan inkuiri berarti membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi yang dihadapi ketika berhubungan dengan dunia fisik yaitu dengan menggunakan teknik yang digunakan oleh para ahli peneliti ( Dettrick, G.W., 2001 ). Pendekatan inkuiri dibedakan menjadi inkuiri terpempin dan inkuiri bebas atau inkuiri terbuka. Perbedaan antara keduanya terletak pada siapa yang mengajukan pertanyaan dan apa tujuan dari kegiatannya.

5. Pendekatan penemuan
Penggunaan pendekatan penemuan berarti dalam kegiatan belajar mengajar siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan tidak terbatas pada menemukan sesuatu yang benar – benar baru. Pada umumnya materi yang akan dipelajari sudah ditentukan oleh guru, demikian pula situasi yang menunjang proses pemahaman tersebut. Siswa akan melakukan kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan hal yang akan ditemukan.

6. Pendekatan proses
Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984. Penggunaan pendekatan proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar.

7. Pendekatan interaktif ( pendekatan pertanyaan anak )
Pendekatan ini memberi kesempata pada siswa uuntuk mengajukan pertanyaan untuk kemudian melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan pertanyaan yang mereka ajukan ( Faire & Cosgrove, 1988 dalam Herlen W, 1996 ). Pertanyaan yang diiajukn siswa sangat bervariasi sehingga guru perlu melakukan llangkah – langkah mengumpulkan, memilih, dan mengubah pertanyaan tersebut menjadi suatu kegiatan yng spesifik.

8. Pendekatan pemecahan masalah
Pendekatan pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan ini ada dua versi. Versi pertama siswa dapat menerima saran tentang prosedur yang digunakan, cara mengumpulkan data, menyusun data, dan menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarah ke pemecahan masalah. Versi kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa yang merancang pemecahannya sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan bahan dan membantu memberi petunjuk.

9. Pendekatan sains teknologi dan masyarakat ( STM )
Hasil penelitian dari National Science Teacher Association ( NSTA ) ( dalam Poedjiadi, 2000 ) menunjukan bahwa pembelajaran sains dengan menggunakan pendekatan STM mempunyai beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan cara biasa. Perbedaan tersebut ada pada aspek : kaitan dan aplikasi bahan pelajaran, kreativitas, sikap, proses, dan konsep pengetahuan. Melalui pendekatan STM ini guru dianggap sebagai fasilitator dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat. Sebenarnya dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STM ini tercakup juga adanya pemecahan masalah, tetapi masalah itu lebih ditekankan pada masalah yang ditemukan sehari – hari, yang dalam pemecahannya menggunakan langkah – langkah ilmiah

10. Pendekatan terpadu
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang intinya memadukan dua unsur atau lebih dalam suatu kegiatan pembelajaran. Pemaduan dilakukan dengan menekankan pada prinsip keterkaitan antar satu unsur dengan unsur lain, sehingga diharapkan terjadi peningkatan pemahaman yang lebih bermakna dan peningkatan wawasan karena satu pembelajaran melibatkan lebih dari satu cara pandang.
Pendekatan terpadu dapat diimplementasikan dalam berbagai model pembelajaran. Di Indonesia, khususnya di tingkat pendidikan dasar terdapat tiga model pemdekatan terpadu yang sedang berkembang yaitu model keterhubungan, model jaring laba – laba, model keterpaduan.
Perbandingan model pembelajaran terpadu
Model keterhubungan Model jaring laba – laba Model keterpaduan

metode pembelajaran

metode pembelajaran


C. Beberapa Metode Pada KBM
Beberapa metode yang sering digunakan dalam pembelajaran biologi adalah :

1. Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.

2. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas.

3. Metode diskusi
Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.

4. Metode belajar kooperatif
Dalam metode ini terjadi interaksi antar anggota kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus turut terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model belajar kooperatif yang sering diperbincangkan yaitu belajar kooperatif model jigsaw yakni tiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada teman sekelompoknya.

5. Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat – alat bantu pengajaran seperti benda – benda miniatur, gambar, perangkat alat – alat laboratorium dan lain – lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yang paling pokok adalah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain – lain peragaan konsep serta fakta yang memungkinkan.

6. Metode ekspositori atau pameran
Metode ekspositori adalah suatu penyajian visual dengan menggunakan benda dua dimensi atau tiga dimensi, dengan maksud mengemukakan gagasan atau sebagai alat untuk membantu menyampaikan informasi yang diperlukan.

7. Metode karyawisata/widyamisata
Metode karyawisata/widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa mempelajari materi pelajaran di luar kelas. Karyawisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dapat meransang kreativitas siswa, informasi dapat lebih luas dan aktual, siswa dapat mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi karyawisata memerlukan waktu yang panjang dan biaya, memerlukan perencanaan dan persiapan yang tidak sebentar.

8. Metode penugasan
Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, meransang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri.

9. Metode eksperimen
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi akan lebih yakin atas suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan siswa. Metode ini paling tepat apabila digunakan untuk merealisasikan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri atau pendekatan penemuan.

10. Metode bermain peran
Pembelajaran dengan metode bermain peran adalah pembelajaran dengan cara seolah – olah berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep. Dalam metode ini siswa berkesempatanm terlibat secara aktif sehingga akan lebih memahami konsep dan lebih lama mengingat, tetapi memerlukan waktu lama.

Pendekatan dan metode yang dipilih guru dalam memberikan suatu materi pelajaran sangat menentukan terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Tidak pernah ada satu pendekatan dan metode yang cocok untuk semua materi pelajaran, dan pada umumnya untuk merealisasikan satu pendekatan dalam mencapai tujuan digunakan multi metode.
Metode dibedakan dari pendekatan ; metode lebih menekankan pada pelaksanaan kegiatan, sedangkan pendekatan ditekankan pada perencanaannya. Ada lima hal yang perlu diperhatikan guru dalam memilih suatu metode mengajar yaitu :
• Kemampuan guru dalam menggunakan metode.
• Tujuan pengajaran yang akan dicapai.
• Bahan pengajaran yang perlu dipelajari siswa.
• Perbedaan individual dalam memanfaatkan inderanya.
• Sarana dan prasarana yang ada di sekolah.
Beberapa pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran biologi adalah pendekatan konsep, pendekatan keterampilan proses, pendekatan lingkungan, pendekatan inkuiri, pendekatan penemuan, pendekatan interaktif, pendekatan pemecahan masalah, pendekatan Sains Teknologi Masyarakat, dan pendekatan terpadu. Untuk merealisasikan suatu pendekatan dalam mencapai tujuan dapat digunakan beberapa metode antara lain metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode demonstrasi, metode ekspositori, metode karyawisata, metode penugasan, metode eksperimen, metode belajar kooperatif, dan metode bermain peran.

hasil dari metode pembelajaran

hasil dari metode pembelajaran


metode pembelajaran

metode pembelajaran

gila-gila remaja

Dunia remaja memang dunia yang sukar difahami. Dibandingkan dengan tahap perkembangan lain, remaja memiliki karektor yang unik dan sensitif. Tentunya dalam batasan usia antara 10-24 tahun, remaja mengalami proses peralihan dari kanak-kanak menuju alam dewasa. Perubahan hormon yang terjadi memberikan pengaruh yang besar terhadap perubahan fizikal, emosi serta sosial yang sedikit sebanyak dipengaruhi oleh persekitarannya. Salah satu karektor remaja yang selalu menjadi masalah adalah proses pencarian identiti diri. Remaja sentiasa dituntut oleh masyarakat untuk dapat menjelaskan siapakah diri mereka, apakah peranan dan makna dirinya pada masyarakat. Sedangkan dalam masa yang sama mereka memiliki keinginan untuk berbeza daripada orang lain, sehingga akibat daripada itu mereka berusaha menampilkan diri mereka agar menarik perhatian masyarakat. Kebingungan yang dialami oleh remaja dalam menentukan siapakah diri mereka inilah sebenarnya merupakan punca terjadinya penyimpangan dalam kehidupan remaja.

Jika remaja bertanya pada diri mereka sendiri: “Who am I?” maka pertanyaan itu tidak pernah akan terjawab dengan pasti. Yang ada dalam fikiran hanyalah “I wanna be like him” atau “I don’t know who I am”. Lantaran itu remaja mencari model yang diidolakan mereka. Semakin mereka mengadaptasikan diri mereka pada idola mereka, mereka akan semakin kehilangan identiti diri dan menjadi tidak asli lagi. Sehingga ketika mereka berkata “It’s my life”, padahal hati mereka tetap berdilema “Is it my life?”.

Sebenarnya terdapat banyak ciri yang mengidentitikan seseorang atau sekelompok remaja itu sebagai ‘gila-gila remaja’. Segolongan daripada mereka berseluar ketat, hidung dan telinga bertindik (termasuk lelaki), tato penuh dilengan, model rambut yang mohawk serta bergaya ala punk. Manakala sebahagian lain pula bergaya casual, hip-hop, free style bahkan retro dengan potongan rambut pendek seperti lelaki. Mereka ini mahu supaya masyarakat melihat mereka sebagai remaja padahal hal itu belum tentu sesuai dengan jati diri mereka.

Kesilapan dalam menentukan langkah memberi kesan yang pelbagai pada diri remaja hingga ada yang rela mengorbankan tubuhnya untuk diracuni oleh berbagai jenis dadah termasuk pil estacy dan sebagainya. Awalnya hanya sedikit-sedikit tetapi akhirnya terlebih dos. Namun itulah kata mereka bahawa “gaya hidup seperti itu adalah gaya hidup remaja masa kini. Jangan sampai ketinggalan zaman!” Dengan itu potongan baju dan ‘style’ rambut disesuaikan dengan mode terkini, bahkan gaya hidup selebriti ditiru. Free sex mewarnai kehidupan mereka, check in hotel, chalet atau mana-mana tempat yang dirasakan selesa melakukan projek. Demikianlah kenyataannya kehidupan anak-anak remaja zaman sekarang. Semuanya adalah refleksi kehidupan remaja yang mengaku mempunyai kehidupan moden. “It’s my life”.

kenakalan remaja

remaja


Realiti yang jelas pada hari ini, isu golongan remaja ternyata telah mendapat perhatian serius daripada masyarakat dunia dan secara keseluruhannya kita semua sudah maklum akan kecelaruan hidup mereka yang sebenarnya mahukan kebebasan. Tetapi kebebasan yang mereka pertontonkan kepada masyarakat bukanlah dalam ertikata kebebasan yang positif dan memberi manfaat untuk semua atau pun diri mereka sendiri malah kebebasan itu merosakkan maruah diri, bangsa, agama dan negara. Mereka sebenarnya terpenjara oleh hawa nafsu yang dikawal ketat oleh warder-warder penjara berupa syaitan yang sentiasa menjadi pujaan mereka. Oleh itu adalah penting untuk diperbetulkan gaya hidup remaja sebegini yang semakin hari semakin sesat dan melampui batas. PBB sendiri telah menetapkan satu hari khusus untuk remaja yang dinamakan International Youth Day. Idea ini dicetuskan oleh General Assembly PBB pada tahun 1999 dan menetapkan bahawa tanggal 12 Ogos merupakan hari remaja sedunia. Ia merupakan hari bagi mengingatkan para remaja sedunia agar melihat kembali jati diri mereka yang sebenarnya dan mengenalpasti siapakah diri mereka dalam menentukan kehidupan selanjutnya. Menurut kajian yang dibuat oleh PBB juga, sekarang ini jumlah golongan remaja di bawah umur 25 tahun telah mencapai hampir separuh dari populasi dunia. Maka jika gejala sosial golongan remaja ini tidak dibendung secepat mungkin dibimbangi suatu hari kelak manusia akan menuju kehancuran dan bersifat kehaiwanan justeru hilangnya sifat kemanusiaan yang diamanahkan memikul tanggungjawab selaku khalifah Allah di muka bumi ini.

Maka bagaimana dengan kesudahan remaja kita sekarang ini? Jika diperhatikan, hakikatnya remaja yang ada di sekitar kita, keadaannya masih jauh dari apa yang diharapkan. Hanya sebilangan kecil yang boleh diletakkan harapan sedangkan sebahagian besarnya pula amat membimbangkan. Kedapatannya mereka gagal berfikiran rasional sehingga terjebak dan ketagih dengan pelbagai trend yang langsung tidak bermanfaat. Para remaja kita lemas dengan kesenangan hidup dan tidak begitu gemar menghadapi cabaran. Hanya dengan sedikit cubaan hidup yang melanda, mereka terus hilang pedoman, jiwa rasa tertekan lantas terus memberontak. Tidak sedikit daripada para remaja seperti ini hilang arah, terus lari dari rumah, membunuh diri dan sebagainya. Mereka tidak biasa menghadapi situasi gawat seperti peperangan dan lain-lain. Oleh sebab itu kehidupan mereka sentiasa inginkan keseronokan dan dilimpahi kemewahan. Tiada apa yang boleh menghalang mereka daripada mengikut arus peredaran dunia semasa terutama sekali yang datang dari benua barat kerana itulah yang dianggap paling sensasi dan bergaya.

Memang tidak dinafikan bahawa golongan remaja juga sebenarnya berhak memilih cara hidup mereka sendiri terutama dalam mencari erti kebebasan. Namun dalam hal ini, setiap kegiatan remaja mestilah diawasi biar sesuai dengan situasi dan keadaan masyarakat setempat yang mempunyai adat dan budaya. Apatah lagi dalam sebuah negara yang memperjuangkan prinsip Islam Hadhari. Tentu sekali kita tidak mahu lagi mendengar isu berkenaan tindakan pihak JAWI yang menangkap segolongan remaja di sebuah disko terkemuka di ibu kota dengan kata mereka “Sedangkan ibu bapa kami tidak menghalang kami untuk berhibur, kenapa pula orang lain seperti JAWI sibuk-sibuk untuk menjaga kami?” Apa yang menyedihkan, remaja seperti ini menganggap hak dan kebebasan mereka tidak perlu disekat oleh sesiapa sahaja waima pihak JAWI sendiri, iaitu badan yang ditubuhkan oleh kerajaan untuk menjaga kesucian dan keharmonian agama dan umat Islam di negara ini.

Kesimpulannya para remaja sekarang telah lupa siapakah diri mereka? Mereka lupa bahawa mereka orang Islam! Mereka lupa bahawa mereka ada agama! Mereka lupa bahawa mereka adalah generasi pelapis pemimpin akan datang. Jika mereka rosak maka rosaklah generasi seterusnya. Remaja kita lupa bersyukur! Akibat lupa dan alpa inilah mereka memilih gaya hidup bebas seperti orang tidak beragama padahal setiap agama itu mengarahkan penganutnya ke arah kebaikan.

Maka selaras dengan dasar kerajaan untuk menerapkan nilai-nilai Islam Hadhari kepada rakyat Malaysia, cubalah kita fikirkan adakah kita harus membiarkan rakan-rakan remaja kita seperti ini terus hanyut begitu sahaja. Atau dengan perkataan lain kita biarkan apa jua pilihan mereka dan apa pun yang dilakukan oleh mereka, kerana baik buruknya akan mereka tanggung sendiri. Sebenarnya dalam keadaan ini kita juga menanggung dosa sekalipun kita tidak terlibat melakukannya. Inilah prinsip persaudaraan di dalam Islam iaitu saling berpesan-pesan dengan kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran. Setiap orang wajib mencegah kemungkaran yang berlaku walau dengan apa cara sekalipun selagi mampu. Maka dalam hal ini nasihatilah rakan sebaya kita agar mereka kembali ke pangkal jalan kerana apa gunanya kawan jika sanggup senang bersama, susah sendiri. Pimpinlah mereka ke pangkal jalan kerana Allah telah berjanji bahawa kebenaran itu akan menang menewaskan kebatilan. Oleh itu bertindak pantaslah, jangan dibutakan mata dan dipekakkan telinga!

remaja perokok

remaja

Dalam hal ini, E. Mulyasa ( 2003) menekankan pentingnya upaya pengembangan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa di dalam proses pembelajaran.

Dengan mengutip pemikiran Gibbs, E. Mulyasa (2003) mengemukakan hal-hal yang perlu dilakukan agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya, adalah:

sma mta surakarta

kegiatan siswa

  1. Dikembangkannya rasa percaya diri para siswa dan mengurangi rasa takut;
  2. Memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas terarah;
  3. Melibatkan siswa dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya;
  4. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter;
  5. Melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan.

Sementara itu, Widada (1994) mengemukakan bahwa untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa, guru dapat menggunakan pendekatan sebagai berikut :

  1. Self esteem approach; guru memperhatikan pengembangan self esteem (kesadaran akan harga diri) siswa.
  2. Creative approach; guru mengembangkan problem solving, brain storming, inquiry, dan role playing.
  3. Value clarification and moral development approach; guru mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan holistik dan humanistik untuk mengembangkan segenap potensi siswa menuju tercapainya self actualization, dalam situasi ini pengembangan intelektual siswa akan mengiringi pengembangan seluruh aspek kepribadian siswa, termasuk dalam hal etik dan moral.
  4. Multiple talent approach; guru mengupayakan pengembangan seluruh potensi siswa untuk membangun self concept yang menunjang kesehatan mental.
  5. Inquiry approach; guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan proses mental dalam menemukan konsep atau prinsip ilmiah serta meningkatkan potensi intelektualnya.
  6. Pictorial riddle approach; guru mengembangkan metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil guna membantu meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif.
  7. Synetics approach; guru lebih memusatkan perhatian pada kompetensi siswa untuk mengembangkan berbagai bentuk metaphor untuk membuka inteligensinya dan mengembangkan kreativitasnya. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan kegiatan yang tidak rasional, kemudian berkembang menuju penemuan dan pemecahan masalah secara rasional.

Sedangkan untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, menurut E. Mulyasa (2003) perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Bahwa siswa akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik dan berguna bagi dirinya;
  2. Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada siswa sehingga mereka mengetahui tujuan belajar yang hendak dicapai. Siswa juga dilibatkan dalam penyusunan tersebut;
  3. Siswa harus selalu diberitahu tentang hasil belajarnya;
  4. Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan;
  5. Manfaatkan sikap-sikap, cita-cita dan rasa ingin tahu siswa;
  6. Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual siswa, seperti : perbedaan kemampuan, latar belakang dan sikap terhadap sekolah atau subyek tertentu;
  7. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan siswa dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya, rasa aman, menunjukkan bahwa guru peduli terhadap mereka, mengatur pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga siswa memperoleh kepuasan dan penghargaan, serta mengarahkan pengalaman belajar kearah keberhasilan, sehingga mencapai prestasi dan mempunyai kepercayaan diri.

guru

MENJADI guru bukanlah pilihan alternative, dan ini perlu dihayati dan dipahami oleh seorang yang ingin menjadi guru. Apabila guru sebagai pilihan yang tidak diunggulkan, dan ini akan berdampak kepada psikologi yang bersangkutan. Karena untuk menjadi seorang guru memiliki serangkaian kemampuan, dan kemampuan itu tidak datang dengan sendirinya, akan tetapi melalui kesadaran, motivasi belajar dan proses berkelanjutan.

Guru adalah salah satu profesi yang jelas disebutkan seseorang yang memiliki kemampuan, kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh semua orang dan hanya dimiliki oleh seorang guru. Makanya guru adalah orang yang memiliki kemampuan di dalam memberikan pendidikan kepada anak didiknya, memberikan pengajaran dengan berbagai ilmu kepada anak didiknya, serta memberikan keterampilan kepada anak didiknya, sehingga anak didik yang dihasilkannya juga memiliki kemampuan sebagaimana yang dimiliki oleh gurunya sendiri.

Kemampuan guru akan berkait erat dengan kinerja guru, dan guru yang memiliki kinerja tinggi dan menyadari akan tugas dan tanggung jawab yang diembannya, maka guru akan berupaya mungkin untuk mendapatkan berbagai kemampuan sehigga guru memiliki wawasan dan kualifikasi ilmu seluas dan memiliki daya saing tinggi di dalam meningkatkan kemampuannya dalam proses pembelajaran di kelas. Kinerja guru kaitannya dengan kemampuan individu yang bersangkutan akan sangat berperan dalam menentukan keberhasilan program pembelajaran di kelas. Profil dan ciri kemampuan guru, Rochman Natawidjaja mengutip pendapat D. A. Tisna Amidjaja mengatakan tiga aspek kemampuan guru, yaitu mencakup:

(1) Kemampuan pribadi; setiap guru harus memiliki kemampuan pribadi, karena dengan kemampuan nya itu, ia akan menjadi guru berkualitas, dan kualitas itu sendiri dapat dihasilkan bilamana di mulai dari kemampuan pribadi gurunya;

(2) Kemampuan professional, ini yang juga tidak kalah pentingnya dan kemampuan professional merupakan kemampuan di dalam menghayati dan mendalami bidang keilmuannya. Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan professional, maka akan berdampak kepada kualitas pembelajarannya, akhirnya juga bermuara kepada kualitas pendidikan secara nasional.

(3) Kemampuan kemasyarakatan atau sosial, dan guru juga harus memahami dan memiliki kemampuan ini, bagaimana guru mampu beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan bermasyarakat, serta mampu melakukan sosialisasi dengan lingkungannya, sehingga dimanapun, dan kapanpun, serta dengan siapapun guru memiliki kemampuan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Charles Johnson mengatakan, sebagaimana dikutip oleh Rochman Natawidjaja mengungkapkan seluruh kemampuan guru itu dalam enam komponen pokok, yaitu: (a) unjuk kerja ( performance), (b) penguasaan materi pelajaran yang harus diajarkan kepada siswanya, (c) penguasaan landasan professional keguruan dan pendidikan, (d) penguasaan prose-proses pengajaran dan pendidikan, (e) penguasaan cara untuk menyesuaikan diri, dan (f) kepribadian.

Keenam komponen di atas merupakan satu system dalam arti tidak boleh dipandang sebagai suatu yang terpisah-pisah, melainkan harus dipandang sebagai suatu keterpaduan yang menjelma dan bermuara pada kualitas unjuk kerja yang diperkirakan menunjang keberhasilan siswa dalam belajar. Huston dan kawan-kawan mengemukakan bahwa dalam penelitian yang dilaksanakan di Amerika Serikat oleh Nasional Education Association mengungkapkan 10 macam tugas guru yang harus dilakukan sehari-hari, yaitu: a. Manjaga agar selalu melaksanakan tugasnya, b. Mencatat kehadiran siswa, c. Menyesuaikan rencana kerja dalam kegiatan kelas, d. Memantau kegiatan-kegiatan di luar sekolah, e. Merencanakan pelajaran, f. Mendiskusikan pekerjaan dengan rekan sejawat, g. Memberikan penyuluhan kepada siswa, h. Memberikan respon kepada pertanyaan kepala sekolah, i. Mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa, j. Menghadiri rapat guru.

Agar dapat melaksanakan tugas sehari-hari dengan baik, guru harus memiliki kemampuan pribadi, kemampuan professional dan kemampuan kemasyarakatan atau kemampuan sosial. Kemampuan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kinerjanya dalam me-laksanakan tugas yang diembannya, terutama dalam merencanakan pembelajaran. Dengan memiliki kemampuan yang baik, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar dan tujuan pembelajaran di kelas dapat tercapai, dan keinginan kita untuk meningkatkan mutu pendidikan akan dapat dicapai.